NASA Jajal Reaktor Nuklir Anyar

Share:
  • NASA mengujicoba generator nuklir mutakhirnya.
  • Generator nuklir ini akan menjadi sumber tenaga misi luar angkasa masa depan
NASA dan Badan Pengamanan Nuklir Nasional Departemen Energi Amerika Serikat mengumukan reaktor nuklir masa depan yang akan menjadi sumber tenaga armada luar angkasa. Generator yang dinamai Kilopower Reactor Using Stirling Technology (KRUSTY) ini baru saja melalui uji demonstrasi dan akan segera memasuki tahap uji coba selanjutnya.

Keberadaan energi nuklir di luar angkasa sebenarnya bukan hal baru. Faktanya, rover penjelajah Mars, Curiosity sudah sepenuhnya bergantung pada energi nuklir. Masalahnya adalah, semakin ambisiusnya misi-misi luar angkasa akan membutuhkan lebih banyak plutonium berkualitas tinggi yang keberadaannya di Bumi semakin terbatas.

Untuk menjawab tantangan ini, NASA mengembangkan sistem Kilopower yang merupakan reaktor berukuran 10 kilowatt yang mampu bekerja selama sepuluh tahun sebelum harus diisi ulang tenaganya. Untuk menghindari kelangkaan plutonium, reaktor ini menggunakan inti reaktor uranium 235 berdiameter 6 inchi yang dikelilingi dengan reflektor berilium oksida.

Sebuah mekanisme di satu sisi generator akan menarik dan memasukkan batang boron carbide yang akan menjalankan dan menghentikan reaktor. Sementara reflektor akan menangkap neutrons yang lepas dan mengembalikannya ke inti. Mekanisme ini meningkatkan efisiensi reaksi fisi yang terjadi. Sampai dengan diaktifkan, inti generator hanya bersifat radioaktif ringan.

Kilopower didesain secara modular, sehingga unit reaktor dan generator Stirling dapat dikaitkan bersama untuk menyediakan sebanyak mungkin kekuatan yang diperlukan, baik untuk keperluan penjelajahan maupun markas di Mars. Untuk kebutuhan pusat kendali di Mars, diperkirakan hanya butuh empat unit reaktor yang akan memenuhi kebutuhan energi secara total. Tak seperti tenaga surya, kegelapan tak akan memengaruhi energi nuklir sehingga ideal untuk misi lunar yang sisi gelapnya berlangsung selama 14 hari.

Eksperimen kilopower ini digelar pada November 2017 sampai Maret kemarin. Kepala desainer reaktor NNSA David Poston dalam laman resmi NASA menuturkan uji coba ini dilakukan untuk mendemonstrasikan bahwa reaktor ini berfungsi maksimal dan aman dalam situasi abnormal. (Purwarupa.net)

Tidak ada komentar