Jangan Terburu Nafsu Membuka Peternakan Kalajengking!

Share:

  • Meskipun mahal, berternak kalajengking mungkin bukanlah bisnis yang menjanjikan. 
  • Berbagai kendala membuat bisnis ini sulit dilakukan.
Gara-gara pernyataan presiden Indonesia Joko Widodo, kalajengking menjadi topik hangat. Bagaimana tidak, mahalnya harga per gram racun kalajengking cukup untuk membiayai naik haji. Namun sebelum nafsu membuka peternakan kalajengking, simak fakta yang dikumpulkan Purwarupa berikut supaya enggak kagok.

1. Satu gram itu butuh kesabaran
Sekali proses pemerahan racun, seekor kalajengking hanya bisa menghasilkan antara 0,006 miligram sampai 2 miligram racun, namun rata-rata hanya sekitar 0,5 miligram sekali perah. Jika dihitung-hitung, maka untuk mendapatkan satu gram racun kalajengking kita mesti memerah 2.000 ekor kalajengking (1 gram=1.000 miligram)!

2. Proses pemerahan penuh risiko.
Memelihara kalajengking memang mudah dan murah, tapi memerahnya lumayan repot. Untuk memerah kalajengking butuh ketelitian dan kesabaran. Bentuk kalajengking yang kecil akan mudah mengalami luka atau bahkan mati saat proses pemerahan. Selain itu risiko tersengat juga cukup besar apabila kita sedikit saja ceroboh. Untuk beberapa jenis kalajengking, tersengat berarti bertaruh nyawa.

3. Racunnya cepat kedaluwarsa.
Walaupun mahal, racun kalajengking mudah rusak. Cara paling murah untuk mengawetkannya adalah dengan menggunakan tabung kriogenik yang harganya sekitar Rp5 juta untuk ukuran kecil. Itu pun tidak menjamin racun bertahan lama, lewat sebulan racun kalajengking akan semakin rusak dan tak laku dijual.

4. Susah mencari pembeli.
Ini yang paling membuat bisnis peternakan kalajengking untuk diambil racunnya tak menguntungkan. Mencari pembeli bisa tak semudah mencari pembeli kacang rebus. Bisa kalajengking kebanyakan dipakai untuk penelitian dan bidang penelitian ini dilakukan kalangan terbatas. Selain itu, ketimbang membeli para peneliti lebih memilih memerah sendiri racun yang mereka butuhkan karena lebih murah dan terjamin kualitasnya.

Dengan berbagai kendala itu, berternak kalajengking rasanya bukan pilihan profesi yang mengutungkan. Kecuali kita sudah memiliki calon pembeli tetap, lebih baik cari bisnis lain yang lebih aman dilakukan. (Purwarupa.net)

Tidak ada komentar