Sup Krim Instan Penekan Risiko Stroke dan Serangan Jantung

Share:

  • Mahasiswa IPB menciptakan sup krim berbahan kedelai hitam dan beras hitam.
  • Dua bahan tinggi serat dan antioksidan ini bisa menekan risiko penyakit kardiovaskuler.
Makanan instan tak selalu identik dengan gaya hidup tak sehat. Di tangan mahasiswa IPB, makanan instan bisa juga menjadi sumber pangan yang bisa mengurangi risiko penyakit jantung.

Hasil inovasi mahasiswa Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, Institut Pertanian Bogor (IPB), Anisa Dewi Mentari ini merupakan sup krim instan yang terbuat dari beras hitam dan kedelai hitam. Sup krim ini seperti dilansir laman IPB (6/3/2018) mampu memenuhi kebutuhan serat, antioksidan dan protein nabati bagi para lanjut usia. Dalam jangka panjang, kandungan ini juga menekan risiko penyakit kardiovaskular seperti stroke dan jantung.

Pemilhan beras hitam dan kedelai hitam juga bukan tanpa alasan. Kedua bahan pangan ini masih jarang dimanfaatkan di Indonesia, padahal potensinya cukup besar. Beras hitam misalnya, mengandung protein dan serat pangan lebih tinggi dari beras lainnya. Kandungan anioksidan seperti antosianin dan vitamin C yang tinggi menambah keunggulannya.

Sementara kedelai hitam merupakan bahan pangan bergizi tinggi yang rendah lemak jenuh dan kolesterol.Bahan baku utama kecap ini juga mengandung senyawa antioksidan seperti antosianin dan isoflavon yang lebih tinggi daripada kedelai kuning. Senyawa itu berperan menurunkan kolesterol.

Kombinasi dua bahan ini dicampur dengan rasio beras hitam dan kedelai hitam 70:30. Campuran ini mengandung 5,53% air, 6,98% lemak, 16,75% protein, 65,62% karbohidrat, serat pangan 8,49% dan abu 5.12. Sementara kapasitas antioksidannya mencapai 206.65 mg/100 g AEAC (Ascorbic acid Equivalent Antioxidant Capacity) dengan total antosianin 9.12 mg/100 g.

 “Di era modern, makanan yang praktis dari segi persiapan, pengolahan, maupun penyajiannya lebih disukai oleh banyak orang. Sup krim instan ini bisa jadi alternatif yang baik karena bergizi tinggi dan bisa dikonsumsi lansia,” kata Anisa. (Purwarupa.net)

Tidak ada komentar