Satelit Raksasa Cina Bisa Jatuh di Indonesia

Share:
  • Tiangong-1 akan jatuh tanpa kontrol ke Bumi karena kegagalan sistem kendali. 
  • Indonesia berada di wilayah yang diprediksi menjadi lokasi jatuhnya Tiangong-1

Stasiun antariksa pertama milik Cina, Tiangong-1 akan jatuh tanpa kontrol ke Bumi pada periode Maret-April 2018. Indonesia berada di area yang diperkirakan akan menjadi lokasi jatuh stasiun ini. Namun tenang, para ilmuwan memastikan TIangong-1 akan jatuh dengan aman.

Pada pertengahan Januari 2018, stasiun ini berada pada orbit di ketinggian 280km dari permukaan laut. Di orbit ini, Tiangong-1 perlahan mengalami kerusakan karena gesekan berkecepatan tinggi dengan atmosfer.

Dilansir laman resmi European Space Agency (ESA) Kerusakan ini sebenarnya normal dan sudah diprediksi sejak Tiangong-1 beroperasi 2011 silam. Bahkan hal serupa terjadi juga pada berbagai kapal angkasa yang mengorbit di kawasan orbit rendah bumi, seperti International Space Station (ISS).

Untuk menghindari kerusakan dini, setiap kapal angkasa yang ada di orbit ini secara berkala harus dikontrol dari Bumi untuk menyemburkan pendorong dan menaikkan ketinggian. Pada kasus Tiangong-1, proses tersebut berjalan lancar sampai Desember 2015 dan mempertahankan ketinggian pada 330-390km dari permukaan Bumi.

Masalah Kontrol
Sejak saat itu, Tiangong-1 yang memang rencananya pensiun dalam waktu dekat ini terus mengalami penurunan ketinggian. Yang menjadi masalah, sistem kontrol Tiangong-1 belakangan mengalami gangguan. Akibatnya pusat kontrol tak lagi bisa memerintahkan satelit ini untuk menyemburkan pendorong. Dengan kata lain, Tiangong-1 akan jatuh ke Bumi tanpa kontrol. Padahal pada proses penghancuran dengan menerjunkan satelit ke Bumi, diperlukan perhitungan matang dan sudut yang tepat agar pecahan satelit habis terbakar di Atmosfer dan debunya jatuh di lautan.

Untungnya ada kabar baik di tengah kabar buruk. Struktur Tiangong-1 masih cukup solid dan berada pada jalur yang relatif aman meskipun akan jatuh tanpa kontrol. ESA memperkirakan modul antariksa seberat 8,5 ton dengan panjang modul utama 10,4 meter ini akan jatuh pada periode 30 Maret 2018- 6 April 2018 di sepanjang area antara 42,8 derajat Lintang Utara dan 42,8 derajat Lintang Selatan. Artinya, Indonesia masuk dalam wilayah yang kemungkinan menjadi lokasi jatuhnya Tiangong-1.(Purwarupa.net)

Tidak ada komentar