Robot Lunak Penjelajah Samudra

Share:
 

  • SoFi menawarkan kemampuan mengamati bawah laut tanpa mengganggu habitat alami. 
  • Robot ini digadang sebagai alternatif masa depan untuk eksplorasi bawah laut.

Upaya mendata kekayaan bawah laut Bumi masih menjadi tantangan sampai saat ini. Namun para peneliti di Massachusets Institute of Technology meyakini sudah menemukan titik terang untuk masalah ini, yaitu dengan robot ikan.

Tim peneliti dari Laboratorium Ilmu Komputer dan Kecerdasan Buatan (CSAIL) MIT merilis SoFi, sebuah robot ikan lunak yang mampu berenang bersama ikan asli di samudra secaa independen.

Selama masa uji coba di Rainbow Reef, Kepulauan Fiji, SoFi berenang di kedalaman sekitar 15 meter selama 40 menit. Pada uji coba itu juga kemampuan renang SoFi teruji dengan berhasil menangani arus bawah laut dan mengambil foto dan video beresolusi tinggi dari kamera fisheye yang diusungnya.

Dengan ekor lentur dan kemampuan unik untuk mengontrol daya apung, SoFi dapat berenang secara lurus, berbelok maupun mengapung dan menyelam. Tim ini juga menyediakan kontroler khusus dari kontroler Super Nintendo yang sudah dimodifikasi sehingga dapat menginterupsi gerakan SoFi secara manual.

"Sepengetahuan kami, ini adalah robot ikan pertama yang bisa berenang dan bermanuver bebas untuk waktu yang lama," kata ilmuwan CSAIL dan penulis utama artikel yang dipublikasikan di jurnal Science Robotics, Robert Katzschmann seperti dilansir MIT, Rabu (21/3).

Ultra Ringan
Kendaraan Otonom Bawah Air (AUV) yang ada saat ini secara tradisional terhubung dengan kapal utama dan digerakkan dengan propeler berukuran besar dan mahal. SoFi menawarkan alternatif alat gerak lain yang lebih sederhana dan ringan.

Robot ini hanya mengusung satu kamera, sebuah motor dan baterai lithium polymer yang mudah ditemui di berbagai perangkat smartphone. Untuk membuat SoFi berenang, motor di tubuh SoFi akan memompa air ke dalam dua kantung mirip balon yang ada di ekor. Pengisian air secara bergiliran ini akan menghasilkan gerakan mirip piston yang membuat ekor bergerak layaknya ekor ikan.

Dengan mengubah pola pemompaan, sistem ini dapat membuat SoFi berenang cepat atau lambat dan berbelok dengan mulus. Profesor di bidang biorobotika Sant Anna School of Advanced Study di Pisa, Italia, Cecilia Laschi menilai robot ini menunjukkan beragam inovasi yang membuat robot ini dapat bergerak tanpa harus tergantung kapal induk.

"Robot ini dapat membantu mengeksplorasi bawah air lebih detail ketimbang robot lain saat ini, baik karena dapat bergerak bebas maupun mudah membaur dengan biota lain," kata dia.

Seluruh bagian belakang SoFi terbuat dari karet silikon dan plastik fleksibel. Sisanya disusun dari plastik yang memuat seluruh rangkaian elektronik. Yang menarik, agar tak ada air merembes ke "otak" SoFi, peneliti membanjiri bagian kepala dengan sedikit baby oil karena cairan ini adalah cairan yang tidak banyak terpengaruh tekanan saat melakukan penyelaman.

Pemilihan bahan lunak rupanya punya alasan lain. Robot dengan bahan keras dikhawatirkan akan merusak habitat jika lepas kontrol dan menabrak objek lain. Robot lunak macam SoFi akan lebih aman bagi lingkungan jika tanpa sengaja menyundul ikan lain atau terumbu karang karena permukaannya yang lembut. Dengan begitu robot ini bisa mengeksplorasi ruang sempit tanpa khawatir tersangkut dan menjadi sampah lautan. (Purwarupa.net)

Tidak ada komentar