Kotoran Gajah Bisa Diolah Jadi Papan

Share:
  • Kotoran gajah bisa diubah menjadi papan komposit berkualitas tinggi.
  • Inovasi ini menjadi solusi tumpukan kotoran gajah di berbagai kebun binatang. 
Kotoran hewan tak selamanya hanya bisa dijadikan pupuk. Peneliti UGM ini justru memanfaatkan kotoran mamalia darat terbesar di dunia, gajah sebagai bahan baku papan komposit.

Papan komposit berbahan baku kotoran gajah ini merupakan karya dosen Departemen Teknologi Hasil Hutan Fakultas Kehutanan UGM, Ragil Widyorini. Tenang saja, hasil olahan papan dari kotoran gajah ini sudah dipastikan bebas bau dan tahan lama.

Dilansir laman resmi UGM, Rabu (28/3/2018) Ragil menuturkan papan ini cukup kuat dan sudah memenuhi standar. Artinya papan ini setara dengan papan komposit pabrikan dan bisa digunakan sebagai material furnitur maupun pembatas dinding rumah.

Bahkan papan dari kotoran gajah ini juga sudah lolos uji lengkung, uji tarik, uji lengkung basah dan uji rendam sesuai standar Japanese Industrial.

Kaya Serat
Gagasan untuk memanfaatkan kotoran gajah tak lepas dari wujud kotoran mamalia ini yang dipenuhi serat rumput kasar sisa pencernaan pakan mereka. Idenya muncul dari curhatan alumni UGM yang bekerja di Taman Safari Pasuruan. Mereka mengeluhkan limbah kotoran gajah yang menumpuk dan sulit terolah.”Beberapa sudah dimanfaatkan sebagai pupuk dan berpotensi juga menjadi kertas, namun kotoran gajah masih menggunung dan perlu terobosan lain,” kata dia.

Kotoran gajah di Taman Safari pasuruan semakin ideal lantaran di tempat itu gajah diberi pakan rumput gajah yang kaya selulosa. Di penelitian sebelumnya, rumput gajah sempat digunakan sebagai alternatif bahan papan komposit. Sehingga secara konsep serat sisa penceraan gajah akan berfungsi serupa.

Alaminya, gajah hanya mampu memproses 30-45% makanan yang mereka konsumsi sehingga sisa ampasnya akan keluar bersama kotoran. Kotoran ini kemudian dicuci hingga menyisakan seratnya dan dijemur untuk menghindari jamur. Serat hasil ekstraksi kotoran lantas dioven dalam suhu 80 derajat celsius selama beberapa jam untuk menekan kadar air. Baru setelahnya dicetak dan dipanaskan dengan suhu antara 180-200 derajat celsius selama 10 menit.

Ragil mencatat untuk membuat papan komposit berukuran 25x25cm setebal 1cm diperlukan 400 gram kotoran gajah dan 100 gram perekat. Hitungannya, untuk membuat papan komposit berukuran 1 meter persegi setebal 1cm dan kerapatan 0,8 gram/centimeter kubik dibutuhkan 7kg kotoran gajah.

Meskipun tampaknya butuh banyak pasokan kotoran, Ragil menyebut bahan baku kotoran gajah cukup melimpah. Dalam sehari seekor gajah bisa menghasilkan kotoran hingga 100kg. Artinya dalam satu hari seekor gajah bisa menghasilkan 6-7 lembar papan komposit berukuran 1 centimeter persegi.

Dia pun berharap di kemudian hari papan komposit berbahan antimainstream ini bisa diproduksi massal. Pasalnya papan ini tak hanya ramah lingkungan karena berasal dari bahan alami, namun juga membantu menyelesaikan permasalahan limbah hewan yang selama ini muncul. (Purwarupa.net)

Tidak ada komentar