Flat Earther Sukses "Terbang" dengan Roket Buatan Tangan

Share:

  • Penganut Bumi Datar, Mike Hughes betul-betul menerbangkan roket buatan tangannya. 
  • Ketinggian roketnya hanya mencapai 548 meter dari permukaan laut, jauh dari target.
Penganut teori konspirasi Bumi datar, Mike Hughes mewujudkan keinginannya membuktikan Bumi datar dengan roket buatan sendiri. Hughes berhasil meluncur pada Sabtu (24/3) waktu setempat dan untungnya, sukses mendarat dengan selamat walupun dengan benturan keras.

Pria berjulukan "Mad Mike" ini meyakini Bumi berbentuk datar dan sudah merencanakan terbang dengan roket buatannya sejak November 2017. Langkah ini diambilnya demi membuktikan bahwa bumi datar. Roket bertenaga uap buatan tangannya pun berhasil dilontarkan sempai ketinggian 548 meter.  Meskipun cukup impresif, ketinggian ini jauh di bawah ketinggian jelajah pesawat komersial yang berada 10.700 meter dari permukaan laut.

Dalam video yang distreaming Noize TV, kemarin, Hughes tampak naik ke kokpit roket dengan duduk menghadap ke langit. Peluncuran dilakukan di sebuah gurun dengan bantuan rel peluncur yang menempel pada truk berlabelkan "Flat Earth" atau Bumi Datar.

Rencana penerbangan Hughes ini merupakan percobaan ketiganya. Di percobaan pertama, 2017 lalu upayanya digagalkan oleh Biro Manajemen Lahan (BLM) Amerika Serikat karena kekhawatiran kegagalan dalam penerbangan amatir ini akan membahayakan orang lain di kawasan tersebut. Tak putus asa, Hughes menggeser area peluncurannya ke sebuah kawasan pribadi pada 3 Februari 2018. Namun upaya yang distreaming melalui Noize TV itu gagal dan roketnya tak jadi terbang.

Kali ini, pengemudi limo berusia 61 tahun itu terbang di lahan pribadi milik Albert Okura di Gurun Mojave, California, AS. Setelah sukses terlontar sampai ketinggian 548 meter, Hughes langsung meluncur turun dengan kecepatan 560km/jam sebelum menarik parasutnya. Nyawa Hughes nyaris celaka karena parasut yang tampak kekecilan itu tak mampu menahan laju jatuh roket buatannya. Beruntung dia menyisipkan parasut cadangan yang membuatnya bisa mendarat cukup aman walaupun roketnya harus rusak di bagian ujungnya.

Selepas pendaratan, seperti dilansir Livescience, Hughes mengatakan selain mengalami sakit punggung, dia baik-baik saja dan merasa lega. "Aku lelah mendengar orang menyebutku pengecut dan tak membuat roket. Aku lelah. Aku memberanikan diri dan membuktikannya (meluncurkan diri)," kata dia.


Sampai berita ini ditulis, Hughes belum menuturkan apakah dia berhasil membuktikan Bumi berbentuk datar. Yang jelas dari video yang dirilis, Hughes agaknya tak punya cukup waktu dan ketinggian untuk membuktikan klaimnya.

Misi ini awalnya tampak akan dibatalkan karena angin yang kencang dan fakta roket ini mengalami kebocoran uap. Hughes menargetkan untuk mencapai ketinggian maksimal tekanan uap harus mencapai 350psi. Namun di misi ini dia hanya meraih 340psi. Asisten Hughes, Waldo Stakes menyebutkan dirinya sempat menyarankan Hughes untuk menunggu tekanan mencapai target, namun Hughes menolaknya.

Misi Pembuktian
Hughes selama ini dikenal sebagai salah satu tokoh dalam dunia penganut teori Bumi Datar, teori yang menyebutkan Bumi berbentuk cakram, bukannya bulat. Dia berambisi membuktikan sendiri bentuk Bumi dengan terbang ke ketinggian 110km dengan roket buatannya. Di ketinggian itu Hughes akan mengambil berbagai bukti untuk melihat bentuk bumi sebenarnya. Hughes yakin, melihat Bumi dari ketinggian itu adalah cara paling sahih yang bisa membuktikan bentuk Bumi. "Apakah aku yakin Bumi berbentuk cakram? Aku yakin. Apakah aku tahu pasti? Tidak, makanya aku akan terbang ke angkasa," tuturnya dalam laman Facebook beberapa waktu lalu.

Untuk mencapai ambisi itu, Hughes memilih membuat roket sendiri, meskipun ada cara yang lebih mudah dengan menerbangkan balon cuaca atau naik pesawat komersial. Dengan dua moda itu, siapa pun bahkan bisa meraih titik minimal untuk melihat lengkungan bumi di ketinggian 10.700 meter. (Purwarupa.net)

Tidak ada komentar