Dua Mobil Irit Pembawa Mimpi UNS

Share:

uns.ac.id
Suasana persaingan menghadapi Shell Eco-Marathon Asia 2018 yang digelar di Changi Exhibition Center, Singapura pada 8-11 Maret 2018 seakin mendatang. Dari Indonesia ada satu lagi tim yang sudah memboyong dua mobil hemat energi mereka untuk berlaga, Bengawan Team UNS. Dua tim Bengawan akan turun di kategori UrbanConcept Internal Combustion Engine (ICE) dengan dua mobil berbeda, berbahan bakar solar dan bensin. Seperti apa kendaraan rancangan mereka?

Samudra IV Evo 2.0
Mobil berdesain futuristik ini yang berwarna oranye ini merupakan penyempurnaan dari beberapa seri Samudra terdahulu. Samudra IV Evo 2.0 mengikuti model pendahulunya, Samudra 4.0 yang mengusung mesin diesel 125cc hasil pengembangan dari mesin pemotong rumput.

Pada Shell Eco Marathon 2017 mobil ini meraih posisi keempat di kategori UrbanConcept ICE dengan rekor 213,5 km/liter bahan bakar. Rahasia iritnya Samudra 4.0 ada pada modifikasi khusus di blok mesin yang membuat pembakaran semakin efisien. Modifikasi juga dilakukan pada bagian body dan rangka yang semuanya sudah menggunakan bahan serat karbon. Bermodalkan spesifikasi itu, di atas kertas kendaraan ini diklaim bisa melaju sampai 350km/liter. Namun hitung-hitungan itu belum mempertimbangkan faktor lain seperti kondisi lintasan dan cuaca.

Di versi 2018 ini perbaikan sudah dilakukan dan diklaim membuat performa kendaraan ini semakin baik. Sayang, perwakilan tim Bengawan, Sifaus Wulaning saat dihubungi Purwarupa.net, Kamis (2/3/2018) menolak membocorkan rahasia dan hasil pengujian terakhir mereka. "Yang jelas rekor kami 268km/liter," kata dia.


Samudra NFE
Dengan bentuk yang nyaris serupa dengan Samudra IV Evo 2.0, Samudra NFE menjadi andalan lain tim Bengawan untuk berlaga di kelas yang sama. Bedanya, Samudra NFE menggunakan mesin Yamaha Z1 125cc. Kisah Samudra NFE bisa dibilang unik karena awalnya mobil ini dirancang dengan tenaga listrik. Belakangan konsep itu diubah lantaran tim Bengawan saat ini lebih pede jika harus mengoprek mesin berbahan bakar bensin.

Jika tidak diutak-atik, mesin Yamaha Z1 125cc dengan sistem injeksi ini bisa melaju sampai sekitar 90km dengan satu liter bahan bakar. Hasil modifikasi tim Bengawan diklaim mampu mendongkrak performa ini menjadi sekitar 350km/liter bahan bakar. Padahal bobot Samudra NFE ini lebih berat sekitar empat kilogram dibandingkan kendaraan aslinya yang hanya 101kg. Sama seperti pada Samudra IV Evo 2.0, angka ini adalah hitungan di atas kertas. Berbagai faktor bisa membuat capaian itu berubah

Layaknya Samudra IV Evo 2.0, Samudra NFE juga sudah dibekali body dan chasis berbahan serat karbon yang ringan namun kuat. Penggunaan body dan chasis carbon fiber ini jelas menjadi keuntungan karena mereka bisa menekan bobot dan mengurangi beban kerja mesin.

Bermodalkan berbagai keunggulan ini, Bengawan Team UNS mengincar prestasi yang lebih baik ketimbang tahun lalu dan bisa meraih juara pada Drivers' World Championship di kompetisi yang sama. (Purwarupa.net)

Tidak ada komentar