Tiga Kapal Canggih SpaceX Bernama Nyentrik

Share:
Just Read the Instructions, Of Course I Still Love You, Mr Steven  Kalimat itu jelas bukan rayuan gombal kepada pak Steven. Ketiga kalimat tersebut adalah nama-nama unik yang disematkan perusahaan antariksa milik Elon Musk, SpaceX kepada deretan kapal mereka.

Walaupun bernama aneh, jangan sepelekan kemampuan ketiganya. Tanpa tiga kapal laut ini, misi Falcon 9 untuk menjadi roket pertama yang bisa dipakai berulang kali tak akan pernah terwujud. Berikut ketiganya.

Of Course I Still Love You
Tentu Saja Aku Masih Cinta Kamu, begitu nama kapal tanpa awak ini bila diterjemahkan ke bahasa Indonesia. Kapal yang juga disebut Autonomous Spaceport Drone Ships (ASDS) ini bertugas mengapung di Samudra Atlantik untuk menyabut pendaratan fase pertama roket Falcon 9. Misi menangkap roket ini pertama kali sukses dilakukan pada 8 April 2016. Sejak saat itu Of Course I Still Love You sudah berhasil 12 kali menyelamatkan roket Falcon 9 agar tak sampai tercebur di lautan dari 17 percobaan.


Setelah diderek menuju lokasi pendaratan, kapal drone berukuran 91x52 meter itu akan mengaktifkan setiap mesin pendorongnya untuk menstabilkan landasan sampai roket yang ditunggu tiba dan berhasil mendarat vertikal dengan aman. Setelah roket berhasil ditangkap, Of Course I Still Love You akan dibawa kembali ke markas SpaceX.

Just Read the Instructions
Kapal drone kembaran Of Course I Still Love You ini beroperasi di Samudra Pasifik. Kapal yang ada saat ini terbilang lebih baru ketimbang Of Course I Still Love You. Meskipun demikian, nama kapal yang berarti Baca Saja Instruksinya ini justru sudah pernah dipakai sebelum Of Course I Still Love You berlayar. Generasi pertama Just Read the Instructions berlayar di Atlantik sebelum akhirnya pensiun dan digantikan saudaranya. Nama ini kemudian digunakan lagi untuk kapal ketiga.


Meskipun bernama tak biasa, kedua kapal ini menyimpan makna tersendiri buat CEO SpaceX, Elon Musk. Asal usul penamaan ini tak lepas dari kesukaan Musk pada karya penulis sains fiksi Iain M.Banks. Di novel The Player of Games karya Banks, kedua kapal ini merupakan nama kapal bintang berukuran raksasa.

Sebagai tambahan, Musk awal 2018 lalu mengumumkan rencana meluncurkan satu lagi kapal drone yang namanya juga terinspirasi dari novel Banks, A Shortfall of Gravitas. Kapal ini saat ini masih dalam tahap pembangunan.

Mr Steven
Kapal yang terakhir ini merupakan kapal berawak yang didesain khusus untuk menangkap fairing (nosecone) atau bagian ujung roket Falcon 9 dari ruang angkasa. Desainnya sebenarnya seperti kapal biasa, yang membedakan adalah keberadaan empat tiang pancang dengan jaring raksasa untuk menahan jatuh fairing Falcon 9.


Tentu saja bukan tanpa alasan Musk repot-repot membuat kapal khusus untuk menangkap bagian moncong roket ini. Fairing yang berfungsi melindungi kabin berisi muatan saat peluncuran ini diperkirakan seharga US$6 juta. Daripada membuangnya, Musk dan SpaceX beranggapan menangkapnya dan menggunakannya kembali akan banyak menghemat anggaran dan memangkas biaya penerbangan ke ruang angkasa.

Sayangnya, saat diuji coba 23 Februari 2018 lalu, Mr Steven meleset beberapa ratus meter dari titik jatuh fairing. Beruntung fairing yang kecemplung di lautan itu tak mengalami kerusakan berarti dan Musk memastikan fairing itu masih bisa digunakan kembali. (Purwarupa.net)

Tidak ada komentar