Telan Mangsa Jumbo Gaya Chiasmodon Niger

Share:

Jika hiu dikenal mengerikan karena deretan giginya, maka ikan yang satu ini tampak seram karena mampu menelan ikan yang berukuran sampai dua kali liipat panjang tubuh dan 10 kali lipat bobotnya.

Chiasmodon niger atau black swallower. Untungnya, ikan ini berukuran kecil, ukuran terbesar si penelan berperut karet ini hanya sekitar 25cm. Bayangkan ngerinya kalau si black swallower yang sebenarnya berkulit cokelat kehitaman ini seukuran ikan hiu putih.

Ciri khas black swallower adalah kepalanya yang berbentuk panjang dan berujung membulat. Mulutnya terbilang besar untuk membantunya menelan mangsa. Kemampuan menelan mangsa ini didukung oleh rahang bawah yang lebih maju ketimbang rahang atasnya dan deretan gigi tajam.


Rahang ini terhubung dengan tulang kepala melalui suspensorium yang memungkinkannya membuka sangat lebar.  Tiga gigi terdepan dari setiap rahang tumbuh lebih panjang dan menjadi semacam taring. Gigi-gigi ini akan mengunci mangsa yang diincar sehingga tak terlepas sekali masuk ke dalam mulut si penelan.

Pilihan makanan Chiasmodon niger juga terbilang nekat. Ikan mungil ini memilih mangsa ikan bertulang belakang yang kemudian ditelan utuh, persis ular. Perutnya yang elastis dapat mengembang jauh lebih besar ketimbang tubuhnya dan akan menampung mangsa yang sial. Selanjutnya black swallower akan mencerna makanan selama beberapa hari sampai seluruh tubuh mangsanya hancur.

Meskipun menyeramkan, kadang-kadang black swallower juga bisa apes ketika salah menghitung ukuran mangsa. Salah satu foto terkenal dipotret pada 2007 ketika seekor Chiasmodon niger sepanjang 19cm ditemukan mati dalam kondisi perut mengembang penuh. Di dalamnya, seekor ikan makarel sepanjang 86cm tergulung tak bernyawa. Matinya si penelan diduga karena ukuran mangsa yang terlalu besar dan merobek perutnya sendiri.

Saat ini, ikan yang masuk dalam kategori terancam punah ini hidup di sekitar Atlantik utara yang beriklim tropis, terutama di sekitaran Teluk Meksiko di kedalaman 700-2.745 m . (Purwarupa)

Tidak ada komentar