Oton Glass, Kacamata Baca Buat yang Sulit Melihat

Share:

Tergerak setelah musibah yang dialami ayahnya pada 2012, pemuda asal Jepang, Keisuke Shimakage menggarap purwarupa kacamata pintar yang memindai tulisan menjadi suara.

Oton Glass nama perangkat wearable ini. Oton Glass merupakan kacamata pintar yang didesain untuk membantu pengidap disleksia untuk dapat membaca tulisan. Kacamata ini dibekali dua kamera mungil dan sebuah earpiece. Kamera akan menangkap gambar dan tulisan yang ingin dibaca pengguna dan akan memindai tulisan menjadi suara.

Keisuke dalam uraiannya di otonglass.jp menuturkan ide inovasi ini muncul setelah ayahnya menderita disleksia pada 2012. Akibat kondisi ini, sang ayah tak lagi bisa membaca. Beruntung pada 2016 sang ayah mampu pulih sepenuhnya. Namun pengalaman tak enak itu tetap tinggal dan memicu Keisuke mengumpulkan sejumlah pakar untuk menyusun konsep Oton Glass.

Raspberry Pi
Otak Oton Glass merupakan komputer berukuran kecil yang dijual bebas di pasaran, Raspberry Pi (RPi). Sisi kacamata pintar ini ditempeli kamera dan earphone yang terhubung dengan RPi. Untuk mengetahui teks mana yang dibaca, separuh lensa kacamata merupakan cermin. Pantulan gerakan mata kemudian ditangkap kamera untuk menentukan bagian yang akan dipindai. Kedipan mata pengguna akan menjadi pemicu setiap proses komputasi.

Ketika kedipan dilakukan, kamera yang berfungsi menangkap objek di depan pengguna akan menangkap citra objek dan diterjemahkan lewat sistem OCR yang sudah dibenamkan dalam RPi. Prinsip serupa bisa kita temukan dalam beberapa produk scanner yang mengubah gambar menjadi teks. Selanjutnya, program suara buatan akan membacakan hasil pemindaian yang dapat didengarkan pengguna.

Berkat proyek ini, Keisuke sudah menggondol sejumlah penghargaan, sebut saja Social architects prize pada NTT Docomo incubation program’s Demoday, 2014; Mayor’s Prize at Cyber ​​glasses AR app contest, 2014; dan Grand Prix pada NTT Docomo developer application contest, 2014

Keisuke menambahkan proses pengembangan produk ini masih terus berlangsung. Saat ini mereka masih menemui kendala dalam menerjemahkan beberapa karakter huruf menjadi suara. Namun dia optimistis di masa depan kacamata pintar iniakan benar-benar mampu diproduksi secara luas dan membantu siapa saja yang membutuhkannya. (purwarupa.net)

Tidak ada komentar