Mahasiswa Undip Bikin Lengan Doctor Octopus

Share:
Konsepnya terinspirasi dari Doctor Octopus. (Marvel/Dedy Mulianto & Tanto Nugroho)
SEMARANG- Terinspirasi dari Doctor Octopus, karakter penjahat di komik dan film Spiderman, peneliti Fakultas Teknik Universitas Diponegoro berhasil membuat lengan tambahan yang bisa dikendalikan dengan sistem neural network. Hasilnya cukup keren karena lengan tambahan ini bisa membantu berbagai aktivitas manusia yang mengenakannya.

Dalam salah satu filmnya, Spiderman sempat menemui kesulitan kala harus melawan ilmuwan jenius yang menciptakan empat lengan ekstra canggih. Awalnya, lengan ini digunakan untuk membantu sang ilmuwan mengendalikan matahari mini yang diciptakannya. Namun kesalahan eksperimen membuat lengan yang digerakkan dengan kontrol syaraf otak ini berbalik dan membuat sang ilmuwan kehilangan kesadaran dan menjadi jahat.

Bakal praktis kalau benar-benar sudah disempurnakan. (Undip)

Meskipun lengan ciptaan peneliti Undip yang dinamakan Supernumerary Robotic Arms ini belum secanggih bikinan karakter fiktif itu, namun fungsi dan sistem kerjanya kurang lebih sama. Sepasang lengan ekstra ini masing-masing dibekali tiga jari berbahan material lunak yang dapat mencengkeram berbagai benda.

Bedanya, kalau Doc Ock menggunakan gelombang otak sebagai pengendali, lengan robot bikinan dalam negeri ini dikendalikan dengan memanfaatkan sensor Inertial Measuring Unit (IMU) yang dipasang di kedua lengan penggunanya. Sensor flex tambahan juga dipasang pada jari kelingking sang pengguna yang akan mengontrol jemari si lengan. Hasilnya, lengan robot ini bisa bergerak cukup luwes dan lincah.
Bisa membantu memegang saat mengebor. (Undip)

Peneliti lengan robotik ini adalah Deddy Mulianto dan Tanto Nugroho. Keduanya mendapatkan bimbingan langsung dari dosen Teknik Mesin Mochammad Ariyanto, ST, MT, Dr. Eng. Munadi, ST, MT and Joga Dharma Setiawan, BSc., MSc., PhD.

Dalam serangkaian eksperimen yang dilakukan, mereka sukses menciptakan sepasang lengan robotik yang mampu membantu menyelesaikan aktivitas sehari-hari. Terutama aktivitas yang membutuhkan lebih dari sepasang lengan. Misalnya saat memasang langit rumah atau membantu membuka handel pintu ketika kedua tangan kita sibuk menggenggam seesuatu.
Cukup lincah untuk memutar gagang pintu. (Undip)

Tanto seperti dilansir laman Undip menjelaskan, untuk mengontrol alat ini pengguna bisa mengarahkan gerakan lengan dengan mengarahkan sensor IMU di lengan untuk menggerakkan lengan utama. Sedangkan dengan sensor flex, modul penggenggam bisa dikontrol dan dikunci sehingga bisa memegang benda dengan erat.

“Penguncian genggaman ini memungkinkan tangan pengguna bebas melakukan aktivitas lain dengan dibantu lengan robot yang dia kenakan,” kata dia.

Simak videonya:



Tidak ada komentar