Kacamata Pintar Intel, Lebih Keren dari Google Glass

Share:


Intel Vaunt (The Verge)
 CALIFORNIA - Kalau diibaratkan, dunia kacamata pintar bak mawar, indah, tapi berduri. Berbagai raksasa besar sempat mencoba mengembangkan teknologi wearable ini karena potensinya yang besar. Namun sampai saat ini belum ada yang berhasil. Kali ini, Intel mencoba peruntungan dengan meluncurkan kacamata pintar versi mereka, Vaunt.

Konsep yang diusung Vaunt terbilang menarik. Dilansir The Verge, Vaunt tak dibekali dengan kamera, speaker, mikropon, sederet tombol dan layar LCD. Intel menegaskan Vaunt bukanlah smartphone yang menempel di depan mata, melainkan kacamata yang memiliki tambahan kemampuan komputasi canggih.

Bukannya memasang LCD di lensa, kacamata purwarupa ini memproyeksikan tampilan langsung ke retina mata. Karena itu lah, dari luar Vaunt terlihat selayaknya kacamata biasa. Bahkan Vaunt juga bisa dipasangi lensa khusus sesuai kondisi mata penggunanya dan dapat dikenakan secara nyaman sepanjang hari. Jika bukan karena kedipan led mungil di bingkainya, orang tak akan tahu bahwa kita tengah mengenakan kacamata pintar. 
(The Verge)
Langkah Intel ini kontan menjadi terobosan baru. Bagi penggila teknologi, tentu masih ingat dengan kiprah Google Glass yang fenomenal. Teknologi kacamata pintar yang sempat jadi perbincangan itu belakangan dianggap sebagai proyek gagal dan Google membubarkan pusat pengembangan teknologi kacamata pintar.

Google tak gagal sendirian. Kacamata pintar Glassholes memiliki visi kacamata serupa dengan Google Glass dan sama-sama kandas. Magic Leap mencoba memasukkan kekuatan PC ke dalam kacamata, dan itu membuat bentuknya terlihat norak. Hololens mencoba pendekatan dengan membuat kacamata sebagai perangkat augmented reality dan virtual reality, namun juga tak mendapatkan sambutan yang terlalu baik. 

Medsos Snapchat juga sempat meluncurkan Snapchat Spectacles, kacamata pintar yang terhubung dengan aplikasi Snapchat. Sempat booming sebentar namun kemudian kandas tanpa kabar. Alasan di balik kegagalan berbagai kacamata pintar itu hampir sama. Terlalu mahal, terlalu rawan dicuri, dan terlalu jelek bentuknya. Karena itu Intel mengambil strategi berbeda.

"Mengembangkan produk yang dikenakan di kepala sulit karena manusia memikirkan banyak hal tentang apa pun yang dikenakan di kepala. Aksesoris itu menjadi bagian dari persona. Desain ini dirancang agar tak ada efek sosial," kata Kepala Produk Intel New Device Group, Itai Vonshak.


Cara Kerja
Untuk bekerja, Vaunt dibekali seperangkat elektronik yang menempel di bagian dalam frame kacamata. Perangkat ini sangat mungil dan tipis sehingga bingkai kacamata tak menjadi terlalu gemuk, bahkan masih cukup lentur untuk digunakan. Bobotnya pun relatif ringan, hanya 50 gram.
(The Verge)



Perangkat elektronik itu bekerja dengan memproyeksikan tampilan berukuran 400x150 pixel melalui laser berdaya rendah (VCSEL) ke reflektor holografik yang ada di sisi lensa kanan. Pantulan akan langsung diterima retina dan membuat pengguna bisa melihat tampilan antarmuka.Karena proyeksi langsung diterima retina, gambar yang dihasilkan akan selalu fokus. Pengguna pun lebih nyaman saat mengenakannya dan tak merasa pusing kala harus mengintip display yang ada.
(Electronic Design)

Seluruh perangkat komputer yang dibenamkan dalam kacamata ini sepenuhnya dibuat Intel secara khusus. Selain itu Vaunt juga dilengkapi Bluetooth untuk berkomunikasi dengan ponsel. Kecanggihan Vaunt makin lengkap dengan sensor akselerometer dan kompas sehingga dapat mendeteksi beberapa gerakan kepala sederhana yang akan menjadi cara pengguna mengontrol kacamata ini.

 Meskipun menjanjikan, Vaunt masih dalam proses pengembangan. Mungkin diperlukan waktu beberapa saat lagi sampai Intel benar-benar siap merilis kacamata ini. Intel juga belum bisa memperkirakan berapa harga rilis Vaunt. Semoga saja tetap terjangkau sehingga dapat menjadi alat bantu baru dalam menjalani keseharian. (Purwarupa)


Tidak ada komentar