Falcon Heavy, Roket Paling Bertenaga Sukses ke Antariksa!

Share:

Ilustrasi peluncuran Falcon Heavy. (SpaceX)
FLORIDA-Perusahaan antariksa SpaceX sukses menerbangkan roket paling bertenaga yang pernah ada ke antariksa. Tak tangung-tanggung, bobot roket diperkirakan lebih besar ketimbang bobot pesawat Boeing 737 Jetliner bermuatan maksimal.

Dalam siaran pers yang dirilis SpaceX, 6 Februari 2018, Armada Falcon Heavy meluncur dalam uji terbang yang digelar pada 6 Februari 2018 pukul 15.45 waktu setempat dari pusat peluncuran Launch Complex 29A di Kennedy Space Center, Florida, Amerika Serikat.
Detik-detik menjelang peluncuran Falcon Heavy. (kennedyspacecenter)

Armada antariksa ini merupakan roket paling bertenaga yang pernah ada di dunia dan jauh melampui daya roket-roket terdahulu. Sebagai gambaran, roket tahap pertama Falcon heavy terdiri dari tiga mesin Falcon 9 yang dibekali sembilan inti mesin Merlin. Ketiga roket tahap pertama itu terdiri dari dua roket booster dan satu roket utama.

Sebanyak total 27 mesin Merlin itu menghasilkan daya angkat sebesar 2,3 juta kg yang kira-kira setara dengan tenaga dorong 18 Boeing 747. Dalam sejarah, hanya roket Saturn V yang meluncur pada 1973 yang membawa beban lebih berat ketimbang beban Falcon Heavy saat uji terbang ini.
Perbandingan bobot muatan beberapa roket raksasa (SpaceX)

Untuk uji terbang kali ini, SpaceX akan berupaya mendaratkan tiga roket tahap pertama mereka kembali ke bumi. Segera setelah pemisahan booster, dua roket pendorong ini masing-masing sukses didaratkan di fasilitas Landing Zone (LZ)-1 dan LZ-2 milik SpaceX di Cape Canaveral Air Force Station, Florida. Sementara roket intinya akan mendarat di kapal tanpa awak bernama nyeleneh, Of Course I Still Love You (Tentu Saja Aku Masih Sayang Kamu) yang akan mengapung di Samudra Atlantik. Roket-roket ini diharapkan dapat digunakan kembali pada penerbangan berikutnya.

Sebagai tambahan, bukan Elon Musk namanya kalau perusahaannya tak sesableng pemiliknya. Untuk uji coba terbang kali ini Falcon Heavy membawa muatan yang beda dari uji terbang pada umumnya. Jika biasanya uji terbang membawa bongkahan besi sebagai simulasi beban maksimal, uji terbang Falcon Heavy malah membawa mobil sport elektronik bikinan Tesla yang juga milik Elon Musk. Alasannya sepele. “Muatan ini akan lebih menyenangkan,” begitu bunyi kutipan rilis resmi mereka.

Tidak ada komentar