Pesawat NASA Ini Bisa Melipat Sayap Saat Terbang!

Share:
Prototipe PTERA yang berukuran mini menunjukkan kemampuan terbangnya dalam uji coba di California, AS, Sabtu (19/1/2018) (NASA)


 AS-NASA sukses menerbangkan pesawat yang bisa melipat sayap di udara. Konsep ini terinspirasi dari burung yang bisa mengubah posisi sayap demi bermanuver secara lincah.

Sisi depan PTERA. Ujung kedua sayapnya bisa dilipat sesuai kebutuhan manuver. (NASA)
Dilansir laman resmi NASA, Sabtu (19/1/2018), pesawat  yang diberi nama Prototype Technology-Evaluation Research Aircraft alias PTERA ini didesain merupakan bagian dari proyek Spanwise Adaptive Wing (SAW) yang mengincar kemampuan melipat ujung sayap pesawat. Pelipatan dilakukan agar pesawat bisa mendapatkan keuntungan aerodinamis selama penerbangan. Untuk mendukung sistem ini, NASA menggunakan material ringan yang disebut memory alloy.

Material ini dipasang pada aktuator yang memiliki peran penting untuk menggerakkan bagian pesawat. Yang hebat, kemampuan melipat ujung sayap ini bisa dilakukan tanpa sistem hidrolik yang berat. Hasilnya, uji coba yang dilakukan di Armstrong Flight Research Center di California, AS ini menunjukkan pesawat purwarupa ini bisa melipat sayap dari 0-70 derajat saat terbang.
Saat ini ukurannya masih mungil, namun di masa depat teknologi ini akan diterapkan pada berbagai penerbangan. (NASA)

Kalau dirunut, pada era 1960-an, upaya melipat sayap pesawat saat terbang sudah dilakukan, salah satunya dengan North American XB-70 Valkyrie. Masalahnya, kemampuan melipat sayap seperti yang bisa dilakukan Valkyrie selama ini membutuhkan sistem hidrolik dan penggerak yang berat dan membebani pesawat.

North American XB-70 Valkyrie, ujung sayapnya bisa diliipat saat terbang. (NASA)


"Melipat sayap sebenarnya sudah dilakukan di masa lalu, namun kami ingin menguji seberapa baik teknologi memory alloy ini yang jauh lebih ringan dan ringkas dan dapat ditempatkan di berbagai sisi tubuh pesawat," kata SAW Co-Principal Investigator, Othmane Benafan.

Saat ini, prototipe pesawat masih seukuran drone kecil dan dikendalikan dengan remote control. Namun di masa mendatang teknologi ini diharapkan segera diterapkan pada penerbangan militer maupun komersial.

Simak videonya.

Tidak ada komentar